KONKORCAB JATIM; Sebuah Catatan


Sejak jum’at (31 Nopember) sampai Minggu (2 Desember) berlangsung Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab) Jatim di Hotel Palem Golden Tulungagung Jawa Timur. Temanya juga menyangkut dengan acara PBB di Bali, United Nations Framework for Climate Change Convention (UNFCCC). Menghadiri acara suksesi PMII di luar Jogja adalah pengalaman kali pertama buat saya. Saya sebagai Romli (Rombongan Liar) sekedar ingin tahu bagaimana suksesi PMII di luar Jogja. Adakah yang menarik untuk diamati.

Di lokasi Konkorcab itu, saya tidak saja bertemu peserta dari cabang-cabang Jawa Timur, tetapi juga beberapa tamu, pengunjung–ntah diundang atau tidak, saya tidak tahu. Diantara beberapa pengunjung atau lebih tepatnya peninjau itu ada yang saya kenal. Beberapa berasal dari Jogja, Ciputat, Jakarta dan lain sebagainya.

Pertarungan antar kandidat pun semakin seru, tapi sebagai outsider saya tidak bisa terlibat baik langsung ataupun tidak. Tetapi sejauh pengamatan saya, acara ini menjadi magnet bagi orang-orang yang berkepentingan secara politis baik di level bawah, terlebih pada tingkat pusat. Karena itulah, intrik-intrik politik antar sesama menjadi tontonan yang sangat menarik. Maklum saja, Kongres PB PMII akan segera berlangsung. Inilah yang sedikit banyak membawa suasana lebih hangat. Diantara mereka, dengan guyon menanyakan kepada kawannya; Kamu kesini untuk membantu atau memecah? 

Kata-kata itu bisa ditebak. Antara membantu dan memecah bisa diartikan kurang lebih sama. Membantu calon tertentu dan memecah kekuatan calon lain. Atau kalau mungkin membantu panitia dan memecah uang recehnya demi panitia. Saya tidak tahu.

Akan tetapi, mimpi saya dalam setiap suksesi itu belum terwujud. Sejak dulu, saya membayangkan setiap suksesi di tubuh PMII baik ditingkat rayon, komisariat, cabang, Korcab ataupun PB PMII di warnai oleh pertarungan gagasan antar calon. Kontestasi gagasan yang saya impikan itu sampai detik ini belum nyata. Yang ku temukan adalah sintimen-sintimen primordial yang dalam beberapa hal tidak produktif. Ataukah ini hanya sebagai mimpi orang yang tak paham politik seperti saya, sehingga tidak akan pernah terwujud.

Terlepas dari itu, sintimen apapun yang terjadi, pertarungan macam apapun yang dihadapi, siapapun yang menjadi ketua saya ucapkan SELAMAT. Sebuah ucapan yang datang dari non peserta konkorcab jatim (Romli), orang yang tak paham politik dan cuma numpang makan. SELAMAT juga kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara konkorcab ini, mampu menyulap hotel menjadi semacam pesantren karena membludaknya peserta. Demikian…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s