Skripsi, Jangan di Bikin Sulit


Mengapa banyak mahasiswa yang merasa kesulitan untuk menulis skripsi? Bukankah setiap mahasiswa sudah terbiasa menulis makalah dan tugas kuliah yang diberikan selama bertahun-tahun di bangku kuliah? Bukankah metodologi penelitian juga diberikan–walaupun tidak memadai–kepada seluruh mahasiswa? Tentu saja ada kendala dan problem.

Ada beberapa kendala dan problem. Pertama, penguasaan metodologi penelitian. Memang, Metodologi Penelitian telah diajarkan oleh dosen kepada mahasiswa. Akan tetapi, mata kuliah tersebut seringkali tidak memadai. Disamping keterbatasan waktu, juga sistem pengajaran dan penguasaaan materi seorang dosen menjadi salah satu kendala.

Sejauh pengalaman saya, metodologi penelitian yang diajarkan di bangku kuliah kurang fungsional ketika menulis skripsi, terlebih ketika penelitian dilapangan. Materi-materi yang diajarkan terlalu teoritis dan miskin mempraktekkannya. Tidak hanya itu, dosen yang mengajar juga seringkali tidak punya pengalaman penelitian yang baik. Mereka hanya menyadur dari buku-buku tentang metodologi penelitian untuk disampaikan kepada mahasiswa.

Padahal, jujur saja yang terpenting bukanlah teori-teori yang tidak praksis saja. Lebih dari itu, memberikan deskripsi tentang teknik penelitian dan memberikan sample penelitian jauh terasa lebih signifikan. Cara mengambil tema, menentukan rumusan masalah dan kerangka teoritik. Kendala-kendala dalam penelitian juga tidak boleh di abaikan untuk disampaikan kepada mahasiswa.

Ketika saya mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa di Jakarta beberapa tahun yang lalu, disana diberi materi tentang Penelitian yang dipandu oleh Anas Saidi (LIPI) selama 4 hari.  Terus terang, walaupun cuma dalam waktu 4 hari, tetapi materi yang disampaikan dan pengetahuan didapat melebihi dari 4 sks mata kuliah metodologi penelitian di Kampus.

Kedua, Terlalu berpikir idealis dan sulit. Bermula dari pikiran, demikian kata Pramoedia Ananta Toer. Kata-kata itu barangkali sangat cocok ketika hendak menulis skripsi. Sebab, banyak mahasiswa yang berpikir dan membayangkan menulis skripsi sedang menyelesaikan segala persoalan yang berat, sehingga mumet, pusing dan marah-marah. Skripsi seakan adalah karya terakhir yang teramat sulit. Dosen juga sering menakut-nakuti dengan senantiasa mempersoalkan hal-hal kecil secara berlebihan.

Padahal, skripsi ibarat makalah. Bedanya, skripsi tampak lebih serius, lebih tebal dan dibimbing oleh pembimbing. Dalam hal menentukan pokok soal tidak ada yang berbeda antara skripsi dan makalah. Begitu pula ketika menulis sebuah makalah.

Ketiga, karena sudah berpikiran sulit, seseorang cenderung perfeksionis. Mahasiswa biasanya baca buku sebanyak-banyaknya baru kemudian menulis skripsi. Akan tetapi, setelah membaca, mereka sendiri bingung apa yang hendak ditulis.

Jujur saja, skripsi adalah penelitian pertama yang dilakukan oleh mahasiswa. Jangan merasa takut untuk salah. Tidak ada hukuman kok. Paling banter ditegur oleh pembimbing.

Keempat,  tidak mengerti pokok soal atau materi. Banyak orang yang menulis skripsi bukan berasal dari kegelisahan penulisnya, tetapi hasil permintaan dari orang lain. Banyak mahasiswa yang mengadu dan meminta judul skripsi. Akibatnya, mereka akan bingung sendiri ketika menulis.

Terus terang, yang dicari semestinya bukanlah judul. Tetapi persoalan dalam suatu tema tertentu. Judul hanyalah gambaran besar dari sebuah persoalan.

Itu dulu, ada beberapa kendala lain yang nanti akan disampaikan. Disamping itu, saya juga akan bercerita persoalan-persoalan yang muncul selama menyelesaikan skripsi. Saya tak berpretensi untuk mengajari, tapi sekedar sharing pengalaman. Saya juga akan bercerita tentang pengalaman menulis skripsi selama 5 hari. Tunggu saja.

4 thoughts on “Skripsi, Jangan di Bikin Sulit”

  1. membaca artikel yang berjudul “skripsi, jangan di bikin sulit” menarik untuk dijadikan contoh dalam membuat skripsi. sehingga bisa belajar dari kekurangan yang dapat diminimalisir. ok, kang semoga dapat dijadikan contoh

  2. Tampaknya gak sesulit yang dibayangkan. Saya pengalaman ngedit tesis dan disertasi, kayaknya gak jauh beda dengan skripsi yang ada. Cuma lebih dalam analisa dan datanya. Yach lebih serius lah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s