Pemerintah Tuli, Mahasiswa Tidur


Tak ada kebijakan pemerintah SBY-JK yang surut karena kritik dan menyengsarakan rakyat. BBM hendak dinaikkan. Demonstrasi penolakan terjadi dimana-mana. Pemerintah tetap keras kepala untuk melanjutkan keputusan yang tidak populer itu. Bahkan, melalui mulut para menteri, pemerintah mempersilahkan untuk melakukan unjuk rasa, dengan tidak anarkis.

Demonstrasi, unjuk rasa bukan lagi menjadi kekuatan massal yang bisa mengubah sebuah kebijakan, apalagi menurunkan suatu rezim. Demonstrasi dan unjuk rasa hanyalah sebuah “teater nyata” yang hanya bisa ditonton oleh pemerintah. Usai teater, para penonton saling bercerita kembali dengan gelak tawa dan senyum kecut, sampai akhirnya ditemukan sebuah kesimpulan; Bahwa demonstrasi dan unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi, dan meneruskan kebijakannya juga bagian dari demokrasi.

Di banding dengan pemerintahan sebelumnya, SBY-JK adalah eksekutif yang paling tuli terhadap aspirasi dan penderitaan rakyat. Pemerintah yang paling takut terhadap demonstrasi adalah Soeharto, sehingga nyaris tak ada kebebasan disegala lini. Sementara Soekarno adalah demonstran dan orator yang mengajarkan rakyat untuk demonstrasi. Megawati adalah presiden perempuan yang paling takut berhadapan dengan massa yang mengkritikya. Habibie adalah presiden “hitech” yang kurang mengerti Indonesia, karena hidupnya “dijauhkan” dari masyarakat oleh Soeharto. Sementara Gus Dur adalah presiden yang hobi di demo karena pernyataan kontroversialnya. Ia tak pernah takut walaupun digoyang dan terjadi unjuk rasa di sana-sini karena ia cuma mendengarkan laporan, tanpa menyaksikan.

Yang paling pinter beretorika adalah SBY-JK. Tulinya pemerintah dan tidurnya mahasiswa, telah menggenapi kebobrokan negeri ini. Inikah kebangkitan nasional?

Iklan

3 thoughts on “Pemerintah Tuli, Mahasiswa Tidur”

  1. Mas Hatim yang saya tauladani. Sedikit saya mencoba untuk memberikan secuil komentar seputar pemerintahan kita hari ini dan juga para mahasiswa yang kian terlena. Sistem pemerintahan yang apologi-ueferisme yang kini selalu menjadi andalan SBY-JK kian menghawatifkan. Seakan-akan pemerintah telah sempurna. Dan masyarakat diminta untuk diam manis seraya mendukung. Mau tidak mau kita harus pekikkan kembali hembusan REVOLUSI. Sekarang Juga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s