Bu Nyai & Semangat Islam Salaf


Hari ini saya mengikuti acara wisuda MI, MTS, MA, Ma’had Aly dan Tahfidz al-Qur’an PP. Wahid Hasyim Jogjakarta. Saya jadi kangen dengan suasana pondok yang religius. Secara seksama saya menyimak acara demi acara. Mulai dari seremonial, tes hadifz qur’an dan tafsirnya yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Suasana pondok yang gemuruh penuh dengan lantunan ayat qur’an dan salawat kepada nabi membawa saya pada suasana sunyi. Apalagi ketika menyaksikan beberapa bu nyai yang cerdas. Dahulu, saya menyaksikan bu nyai hanyalah sosok istri kiai yang tak memiliki kemampuan intelektual yang baik. Tapi, setelah saya saksikan sendiri beberapa bu nyai di Jogja, ternyata berbeda dengan apa yang aku lihat dalu. Jika dulu saya melihat make up yang sempurna, pakaian yang mahal dan seluruh pernik-perniknya selalu melekat pada bu nyai, kini saya tidak menemukan hal demikian. Yang saya saksikan adalah sebuah kesederhanaan, tapi memiliki pengetahuan yang mumpuni.

Ini merupakan aset yang sangat membanggakan. Begitu juga dengan santri-santri yang ada. Mereka bukan lagi sosok manusia yang selalu identik hanya dengan sarung, kopyah, tasybih serta kejumudannya, tetapi model santri saat ini tidaklah demikian. Mereka bukan saja diberi pengetahuan agama, tetapi juga pengetahuan umum. Sebagian yang hafidz qur’an yang diwisuda adalah lulusan kimia dan beberapa jurusan umum lainnya.

Akhirnya, sudah bukan saatnya memandang miring terhadap santri dan pesantren. Disana pula saya menemukan sebuah islam yang sejuk, damai, tentram dan penuh dengan senyum. Bukan sebuah model keislaman yang ditampilkan oleh orang-orang yang selalu merasa paling islam sendiri, yaitu kalangan fundamentalis islam. Saya jadi teringat sebuah sms yang masuk ketika bulletin al-hurriyah terbit. SMS itu mengajak saya untuk segera bertaubat karena telah menerbitkan al-Hurriyah, sebuah pemikiran yang dinilai kafir. Yang sms itu belakangan diketahui bahwa ia aktif di Hizbut Tahrir. Saya tidak tahu, pikiran yang mana yang telah menyimpang dari al-Qur’an. Apakah saya sudah tidak murtad, musyrik sehingga diajak untuk bertaubat? Apa standarnya? Bukankah label kafirnya seseorang ditentukan oleh Allah.

Saya khusnuddzan saja, dan ketika malam saya kirim sms pada orang tersebut untuk bangun malam dan shalat tahajut. Saya juga menyarankan untuk belajar kembali tentang islam, melalui referensi-referensi yang lebih mu’tabarah. Baca dan renungkan kembali al-Qur’an beserta artinya, bukan menghafal artinya atau baca al-Qur’ an terjemahan. Begitu pula dengan cabang-cabang dalam islam. Silahkan dirujuk kepada referensi-referensi yang lebih salaf daripada sekedar mengikuti fatwa para ustadz-ustadznya yang belum juga tentu mengerti islam. Saya masih berkeyakinan bahwa Ihya Ulumuddin masih jauh lebih berharga daripada buku-bukunya Hartono Ahmad Jaiz dan kawan-kawannya. Saya masih yakin bahwa KH. Hasyim As’ary, KH. Ahmad Dahlan masih jauh lebih religius dan lebih dekat kepada Allah dibanding Ust. Abu Bakar Ba’asyir. Karena itu, belajar kepada orang-orang atau lembaga yang masih mempertahankan islam yang memiliki referensi yang jauh lebih mu’tabarah.

One thought on “Bu Nyai & Semangat Islam Salaf”

  1. Assalamu’alaikum….

    Wahai saudaraku,,, saya sangat setuju dengan beberapa hal yg saudara paparkan,,
    sy skrg msi bljr d PPWH…

    Ju2r tulisan saudara memotivasi saya…

    Maaf sblmnya,,, bkn bermaksud menggurui atau apa,,sy kurang stuju dg komentar anda
    “Saya masih yakin bahwa KH. Hasyim As’ary, KH. Ahmad Dahlan masih jauh lebih religius dan lebih dekat kepada Allah dibanding Ust. Abu Bakar Ba’asyir.”

    Menurt saya hny Allah sj yg tau sp yg religius dan lbh dkt dg seseorang…
    Sy bkn membela ust.Ba’asyir tp jgn sampai tulisan tsb mlh smakin memecah belah umat…

    ‘afwan jiddan…

    Syukron bwt motivasinya….

    Smg Allah membalas kebaikan saudara

    Wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s