Pernyataan Sikap: Keluarga Besar NU Desak Pembubaran FPI


Nahdhatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang sejak awal mengawal bangsa ini menuju kemerdekaan. Para ulama dan segenap warga telah bahu-membawa untuk mengantarkan bangsa ini ke gerbang kemerdekaan. Dalam setiap Orde, baik Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi, NU telah terbukti mengukuhkan sikapnya sebagai organisasi masyarakat yang berbasis Muslim tradisional, yang senantiasa menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pilihan final.

Dalam kehidupan berbangsa dan bemegara, NU memedomani pentingnya cara-cara damai, toleran dan moderat sebagai landasan dalam rangka membangun masyarakat yang berperadaban dan berkeadaban. Karena itu, NU sangat menekankan pentingnya toleransi dalam tiga levef, yaitu toleransi pada level keislaman (al-ukhuwwah al-islamiyyah), toleransi pada level kebangsaan (al-ukhuwwah al-wathaniyyah) dan toleransi pada level kemanusiaan (al-ukhuwwah al-basyariyyah). Karena itu, NU bersama kelompok dan elemen bangsa lainnya senantiasa menyuarakan tentang pentingnya hidup damai.

Tapi, meskipun demikian, hal tersebut tidak menyusutkan munculnya sejumlah kelompok yang menggunakan jubah Islam untuk menebarkan kekerasan. Yang dikenal paling anarkis adalah Front Pembela lslam (FPI). Organisasi ini telah terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok yang berbeda keyakinan, dan kelompok minoritas lainnya.

Aksi kekerasan yang dilakukan FPI terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dalam aksi damai mereka dalam peringatan hari lalir Pancasila ke-63. Di antara korban kekerasan mereka adalah kiai, intelektual dan aktivis NU.

Dengan ini, FPI tidak hanya memberikan ancaman terhadap kelompok minoritas, tetapi juga terhadap kelompok mayoritas yang moderat. Lebih-lebih mereka telah berani menyerang kiai, yang merupakan simbol dari kebangsaan dan kewibawaan NU.

Maka dari itu, Keluarga Besar Nahdliyyin mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

  1. Kami menegaskan kembali tentang pentingnya Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bemegara, terutama dalam rangka menjaga dan mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  2. Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap tokoh dan kader Nahdlatul Ulama. Karena itu, kami meminta agar pemerintah menindak tegas para pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku (konstitusi). Lebih-lebih yang merupakan korban terparah adalah tokoh dan kader terbaik Nahdlatul Ulama.
  3. Kami mendesak pemerintah untuk membubarkan FPI karena sudah terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah kelompok yang berbeda dengan pandangannya. FPI telah terbukti mengganggu keamanan dan ketertiban umum, dan mengancam hidup damai di antara anak bangsa yang beragam.
  4. Bila hal tersebut tidak dilakukan pemerintah, maka keluarga besar nahdliyyin akan melakukan pembubaran secara paksa terhadap FPI yang telah terbukti mengancam warga NU dan warga negara pada umumnya.

Jakarta, Senin 2 Juni 2008

PB-IKA-PMII, PP GP Ansor, DKN Garda Bangsa, PP lkatan Pencak Silat Pagar Nusa’, PP Lakpesdam, PB PMII, PP IPPNU, PP Fatayat NU, P3M, The WAHID Institute’ dan Moderat Moslem Society

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s