Saya paling Islam(?); Hati-Hati


Belakangan ini, banyak umat islam yang merasa paling islam. Sementara orang lain adalah setengah islam atau bahkan kafir. Mereka selalu mengatasnamakan Islam, mengutip al-Qur’an, hadist dan tertutup terhadap segala hal yang dianggap berbabu kafir.
Orang ini berbahaya, karena
  1. Mereka sebenarnya tidak ngerti islam, tapi sudah merasa paling Islam. Yang mereka bisa cuma ilmu kupingan dari ustadz-ustadz semacam Abu Bakar Ba’asyir dan Jakfar Umar Thalib, tidak pernah merujuk kepada al-Qur’an dan tafsirnya. Bagaimana mau merujuk, baca al-Qur;an aja pakek terjemahnya.
  2. Mereka membawa ideologi untuk merubah Indonesia menjadi negara Islam, sebuah gagasan yang bertentangan dengan Pancasila
  3. Mereka itu lebih suka terhadap kekerasan daripada perdamaian
  4. Mereka itu selalu mengatasnamakan islam dan membawa ayat-ayat al-Qur;an untuk kepentingan politis mereka.
  5. Mereka itulah yang pernah diisyaratkan oleh nabi, bahwa suatu ketika akan ada suatu kaum yang seakan-akan mengajak kepada surga, tapi sebenarnya diajak kepada neraka. Apa itu namanya?
  6. Mereka lebih suka terhadap permusuhan dan menginginkan Islam berperang terhadap agama lain, termasuk Barat (kata Barat yang mereka kutip itu siapa dan apa juga tidak jelas, maklum belum sempat baca buku-buku orientalisme dan oksidentalisme. Bagaimana mau baca, wong dianggap bukunya orang kafir)
Beberapa orang yang masuk dalam kategori diatas adalah Ja’far Umar Talib, Abu Bakar Ba’asyir, Irfan S. Awwas, Munarman, Rizieq Shihab. Namanya semuanya pakek Islam, tapi tindakannya tidak islami, sebagaimana yang dicontohkan rasul (saya memang gak sempat hidup dizaman rasul, tapi setidaknya begitu yang saya baca disejumlah literatur )
 
Itulah 6 rukun Iman yang mestinya menjadi pegangan masyarakat Islam saat ini, untuk segera keluar dari pelbagai persoalan yang menimpa bangsa Ini.

4 thoughts on “Saya paling Islam(?); Hati-Hati”

  1. Assalamualaikum

    kunjungan balik nih..

    semoga kita bisa lebih bijaksana dengan tidak menilai atau memandang sesuatu dengan sebelah mata.
    tidak melihat apa yang terjadi, tetapi melihat KENAPA terjadi, dan BAGAIMANA biar nggak terjadi lagi
    melihat dan membaca beberapa postingan di blog ini tidak menutup kemungkinan hanya akan memperuncing masalah.
    kalau dulu Islam Phobia pernah terjadi di Amerika pasca peristiwa 9/11, sepertinya Islam Phobia juga terjadi di Indonesia, dan yang jadi pertanyaan kenapa itu dimulai dari orang Islam sendiri
    Mohon maaf bukan berarti saya lebih pintar atau lebih Islami

    yang terakhir, kenapa dari daftar nama di artikel ini tidak ada nama Kyai Haji Abdulrahman Wahid

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s