SKB dan Proses Takfir


Saya tiba-tiba terpikir bahwa SKB itu merupakan proses pengkafiran. Dalam SKB itu Ahmadiyah dilarang melakukan aktivitas. Sebagai sebuah keyakinan, aktivitas Ahmadiyah diantaranya adalah shalat. Wah, dengan melarang melakukan aktivitas berarti SKB melarang Ahmadiyah melakukan shalat. Pemerintah makin mengambil alih posisi Allah sebagai pemegang otoritas untuk menentukan kafir-imannya seseorang.

Disamping itu, jika sudah dilarang, mesjid Ahmadiyah tentu akan tidak ditempati dengan alasan keamanan. Karena dengan alasan SKB, kelompok-kelompok FPI dan yang sejenis bisa nyerang mesjid-mesjid Ahmadiyah karena telah mengantongi SKB. Jika sudah tidak di Mesjid Ahmadiyah, bagaimana aparat bisa mengawasi aktivitas Ahmadiyah. Keimanan yang ada dalam dada tidak akan mampu diawasi oleh pemerintah, apalagi FPI, kecuali yang mengawasi adalah malaikat.

Singkatnya, SKB ini sangat problematis, baik ditinjau dari segi tata hukum kenegaraan kita, waktu dikeluarkannya yang mengindikasikan sebagai reaksi terhadap tragedi Monas sehingga dibuat dengan asal-asalan, ataupun dari segi materinya yang melanggar hak asasi manusia dan kebebasan beragama.

2 thoughts on “SKB dan Proses Takfir”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s