Gaza, Bukan Konflik Agama?


Tulisan mas Ulil, Tentang Bangsa Yahudi dan Konflik Palestina Israel, sangat menarik untuk di diskusikan lebih mendalam. Secara tidak langsung, Ulil menyatakan bahwa konflik di Gaza merupakan konflik agama antara Islam dan Yahudi. Karena itulah, dia memaparkan bagaimana diskriminasi dan kekerasan yang dialami oleh Yahudi sebagai agama minoritas. Juga, ia menjelaskan bagaimana posisi Yahudi dalam kitab suci baik al-Qur’an ataupun Bible yang menjadi sasaran permusuhan. Karena itulah, Ulil menyerukan reinterpretasi terhadap kitab suci yang menempatkan Yahudi sebagai musuh utama bagi agama besar Kristen dan Islam. Terhadap seruan untuk reinterpretasi terhadap ayat ini saya bersepakat dengan Ulil.

Akan tetapi, saya ingin mengatakan bahwa konflik di Gaza perlu di lihat sebagai konflik non-agama. Sebab, jika konflik di Gaza ini dianggap sebagai konflik agama, bagi saya, sangat sulit bisa diatasi karena konflik antara Israel dan Palestina sudah berlangsung puluhan tahun. Sangat sulit memutus ingatan masing-masing rakyat Palestina dan Israel tentang penderitaan mereka masa lalu. Karena anggapan sebagai konflik agama inilah, solidaritas umat Islam begitu tinggi, bukan solidaritas kemanusiaan tetapi solidaritas kesamaan identitas. Makanya, sebagian umat Islam seperti FPI hendak mengirimkan relawan pasukan perang untuk melawan Israel. Padahal, bagi saya, pengiriman pasukan perang oleh sejumlah organisasi ke Gaza tidaklah menjadi solusi, karena [1] yang paling dibutuhkan di Gaza bukanlah tambahan pasukan, atau setoran nyawa, [2] yang lebih mendesak adalah bantuan makanan, medis, air bersih, listrik dan sebagainya.

Karena sulitnya mendapatkan perdamaian jika konflik di Gaza dianggap sebagai konflik agama, maka saya lebih suka melihatnya sebagai konflik non-agama. Memang sulit dipungkiri, bahwa faktor agama, sejarah masa lalu dan kitab suci juga turut ambil bagian didalamnya, kalau bukan satu-satunya faktor. Tetapi, menempatkannya sebagai konflik agama akan semakin mempersulit terwujudnya perdamaian. Saya menjadi ragu akan pesan perdamaian yang dibawa agama-agama. Agama, dalam amatan sementara, hanya mengajarkan perdamaian bagi kelompoknya dan mengibarkan permusuhan bagi kelompok lain.

Karena itulah, saya ingin menempatkan konflik di Gaza sebagai konflik non-agama. Cara pandang ini saya kira lebih prospektif untuk menciptakan perdamaian antara Israel dan Palestina ke depan.

One thought on “Gaza, Bukan Konflik Agama?”

  1. Kalau dikatakan perang antar agama (yaitu antara Islam dan Yahudi), nampaknya memang tidak. Rasulullah saw. sendiri tak pernah mengobarkan perang dengan umat Yahudi secara keseluruhan. Umat Yahudi pun terbelah dua dalam menyikapi Zionisme Internasional ; ada yang pro dan ada yang kontra.

    Namun sebutan ‘perang antar negara’ pun sangat ceroboh, karena statement ini mesti didahului dengan pengakuan terhadap Israel sebagai sebuah negara yang sah. Padahal, kasus yang terjadi adalah penjajahan Palestina oleh Inggris, kemudian Inggris secara sepihak memberikan sebidang tanah kepada kaum Zionis. Kaum Zionis kemudian menerima bantuan dari berbagai negara, termasuk senjata, kemudian mulai mengobarkan peperangan dengan Palestina. Inilah fakta yang dengan susah payah berusaha dikaburkan oleh sebagian pihak.

    Bagaimanapun, jika dikatakan bahwa ini adalah perangnya warga Palestina, dan bukan perangnya umat Islam, maka orang yang berkata demikian telah cacat aqidah-nya. Islam tidak mengenal garis perbatasan negara. Selama masih Muslim, maka ia adalah saudara kita ; senasib dan sepenanggungan. Membela umat Muslim yang ditindas adalah kewajiban kita semua, karena Rasulullah saw. menjelaskan bahwa kita adalah bagaikan satu tubuh. Tidak ada pengecualian. Mereka yang tidak ‘gerah’ menyaksikan penderitaan umat Islam di Palestina sebaiknya mulai mengkhawatirkan kondisi keimanannya sendiri, kalau-kalau dalam waktu dekat akan dipanggil Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s